Saatnya Kita “Merdeka Tanpa Hoax”

Permasalahan Hoax – yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ‘berita bohong’- menjadi sorotan berbagai pihak termasuk dari Klub Jurnalistik yang membuka diskusi seputar hoax pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2018. Forum tersebut mengambil judul “Merdeka Tanpa Hoax”. Forum tersebut menghadirkan pembicara ahli dalam bidang jurnalistik, diantaranya Fanny Lesmana (Dosen Universitas Kristen Petra juga seorang penulis), dan M. Hasanudin (tim pembuatan aplikasi OPINIUM yang memfasilitasi orang yang masih mau membantu sesama untuk mendapatkan informasi yang benar).  Forum ini diselenggarakan pada bertepatan pada HUT RI yang ke-73 di Warung Mbah Cokro Surabaya pukul 15.00-17.30 WIB. Dalam forum ini, Hendro selaku moderator membuka dengan beberapa uraian pengantar mengenai hoax yang telah menjadi kepercayaan berkat pengaruh lingkungan sekitar kita. Gelombang tersebut terjadi dengan hebat untuk tujuan tertentu sehingga membuat hubungan satu sama lain tak akur lagi.

Menurut Fanny Lesmana, hoax itu tidak bersifat lokal lagi tetapi sudah menjadi hal global yang menghantui kehidupan sehari-hari, sehingga hal tersebut merupakan masalah dan racun. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi hoax yaitu kita perlu mulai belajar karena budaya literasi Indonesia rendah. Ini tercermin dari kebiasaan kita setidaknya, membaca saja sangat sulit dilakukan. Masyarakat Indonesia juga mudah terpancing secara emosi. Oleh karenanya, kita harus bijak dalam mengonsumsi berita dengan hati yang tenang agar bisa membedakan berita yang bohong dan tidak. Di sisi lainnya, peran kesepakatan elit-elit politik juga penting dalam menghilangkan penggunaan buzzer, atau bahkan tidak menggunakan isu-isu yang dipermainkan lewat hoax. Diperlukan upaya yang signifikan agar masyarakat memahami keberadaan komunitas-komunitas yang bisa membantu masyarakat menghadapi berita hoax. Dalam meningkatkan hal-hal tersebut, masyarakat Indonesia harus memiliki keinginan untuk belajar. Dengan demikian, budaya literasi dapat berkembang dengan diawali dari kebiasaan membaca. Membaca menjadi sebuah habit, bukan lagi sekedar hobi.

Hoax merupakan dampak dari perkembangan media sosial yang begitu pesat seiring dengan kemajuan teknologi digital di negeri tercinta ini. Berita apapun bisa kita dapatkan dari berbagai belahan dunia. Sayangnya, ternyata berita atau informasi tidak selalu benar (hoax).

Ad Square

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *