Judul buku: The Recipe Club (A Tale of food and Friendship)
Penulis: Andrea Israel & Nancy Garfinkel
Tebal: 363 halaman

“Kesetiaan, kehilangan, dan ikatan yang mengikat antara dua sahabat, Lilly dan Val menghasilkan 80 resep masakan yang menjadi ide terbentuknya The Recipe Club, menggabungkan kisah otentik persahabatan dan berbagai masakan lezat.”

Cerita dimulai dengan latar belakang tahun 1963, Lilly dan Val adalah teman kecil dengan karakter dan latar belakang keluarga yang berbeda. Lilly, sosok dramatis dan percaya diri, hidup dalam bayang-bayang ibunya yang cantik dan liar, haus akan perhatian dari ayahnya sehingga terkadang menimbulkan drama dalam keluarga mereka. Val, pemalu dan idealis-dan secara mengejutkan ambisius berjuang dengan keinginannya untuk membebaskan diri dari ibunya yang penuntut dan tidak pernah puas akan keadaan dalam rumah tangganya. Sedangkan ayahnya, sosok ayah yang tidak bisa memimpin keluarga dan rumah tangganya. Keduanya, Lilly dan Val, disatukan akan kesukaan mereka dalam memasak.

Dalam buku “The Recipe Club” ini, pembaca akan dimanjakan gambar-gambar ilustrasi dan mempelajari resep masakan yang baru. Uniknya setiap resep masakan, ada cerita di baliknya. Misalnya, resep “Conspiracy Apple Pie” yang ditulis oleh Lilly untuk Val. Cerita dibalik resep ini adalah rahasia ibunya yang disembunyikan dari ayahnya. Dalam suratnya kepada Val, Lilly menyebutkan “Conspiracy of Silence”.Dimana ketika ayah Lilly bertanya kepada ibunya, darimana mendapatkan apel untuk membuat pie, ibunya hanya menjawab dari perkebunan apel. Nyatanya, diam-diam bertemu dengan seorang pria yang dirahasiakan dari ayah Lilly.


Walaupun alur cerita dibangun melalui korespondensi, pembaca dapat membangun “theatre of mind” dari setiap peristiwa yang dicaritakan secara detail oleh Lilly dan Val dalam surat-surat yang mereka tulis. Menikmati alur cerita buku ini melalui surat dan resep masakan dari dua orang sahabat, membawa kita pada pemahaman bahwa masakan tidak hanya sekedar meracik bumbu menjadi satu makanan, tetapi memasak bisa menjadi sebuah “emotional moment” untuk yang memasak dan menikmatinya./RP

Review by @riptaparanoan

Continue Reading

Aku jelas tak tahu cara memulai tulisan ini. Andai saja tanganku bisa mengekspresikan isi hatiku. Dalam kesendirian dan kekhawatiran. Aku menghibur diriku dan menyeka air mataku seorang diri. Ketakutan yang…