Sumber foto: Freepik.com

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
(1 Tesalonika 5:18)

Jutaan informasi hadir setiap hari melalui berbagai media, salah satunya media sosial. Media sosial dimanfaatkan insan media dan masyarakat awam untuk membahas berbagai hal, utamanya saat ini COVID-19. Selain informasi terbaru, keluhan juga membanjiri media. Misalnya, keluhan susahnya mendapatkan masker dan hand saniziter, hingga stress menjalani anjuran physical distancing.

Tidak ada yang menyangka awal 2020 ini dunia berperang menghadapi COVID-19. Kita diajak stay at home, serta physical distancing. Mungkin, pembatasan ini terasa menyiksa dan mengekang. Bayang-bayang kesibukan dan kesenangan yang dapat dilakukan di luar rumah, seolah menggoda dan menambah rasa tertekan. Kita lupa, ada mereka yang terpaksa berjuang di luar sana, dengan ancaman virus. Mereka juga tidak bisa berlindung di dalam rumah yang aman bersama orang-orang tercinta.

Saudara yang terkasih, rasanya, setiap hari selalu ada ajakan untuk bersyukur, bukan? Hari ini, kita diingatkan kembali untuk mengucap syukur, bahkan dalam keadaan yang berat sekalipun. Saat Rasul Paulus menuliskan surat ini, jemaat di Tesalonika pun sedang mengalami kondisi sosial yang tidak baik. Memang, mengucap syukur bukanlah hal yang mudah, terutama saat kondisi tidak baik. Namun, mengucap syukur menunjukkan sikap hati kita yang menaruh harapan untuk masa depan. Ya, masa depan yang lebih indah, yang akan diselenggarakan Allah sendiri.

Sering kali, kita merasa tidak puas dengan keadaan yang ada. “Apa yang mesti disyukuri? Keadaannya juga begini-begini aja, nggak sesuai sama yang aku mau.” Mungkin, ungkapan seperti ini pernah terlintas dalam benak kita.  Tanpa kita sadari, inilah yang menghambat rasa syukur kita. Lebih lanjut, hal tersebut akan mengurung kita dalam kotak “penderitaan” yang sebenarnya kita ciptakan sendiri. Akhirnya, kita susah melihat sisi indah yang telah disiapkan Allah.

Mari, belajar mengucap syukur untuk hari yang kita jalani di dalam rumah kita. Nikmatilah, maka kita akan menemukan berkat-Nya yang lain.

Continue Reading

Sumber foto: Freepik.com Fanny Lesmana Tatkala reformasi digaungkan pada 1998, beberapa nama tokoh di Indonesia turut mencuat seiring dengan pernyataan-pernyataan yang kerap dikutip oleh media massa. Tak jarang pernyataan-pernyataan tersebut…

Sumber Foto: Freepik.com Desi Yoanita, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UK Petra Surabaya Takut dan khawatir, kata-kata yang banyak memenuhi benak kita akhir-akhir ini. Takut akan kondisi masa kini, karena dampak…

Penulis: Surianto Rustan Tebal buku: 148 halaman Penerbit : PT Lintas Kreasi Imaji, Jakarta (2019) Surianto Rustan, merupakan penulis buku dari  Layout, Tipografi dan masih banyak lainnya. Buku-buku yang diterbitkannya…