Ada banyak keraguan bagi sebagian orang yang ingin hidup dari karyanya sendiri. Bagaimana memulai, mencari konsumen, hingga mempromosikan karyanya, hingga ia bisa hidup dari karya-karya tersebut.

            Apakah Kawan merupakan salah satu yang menggumuli hal ini? Buku ini bisa membantu untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, Pandji Pragiwaksono sebagai penulis berbagi pengalamannya dalam hidup dari karya.

            Pandji mengungkapkan dalam bukunya bahwa saat ini Indonesia masih kurang orang-orang yang hidup dari karyanya sendiri. Dalam kata pengantarnya, ia menjelaskan bahwa orang yang bekerja, akan melakukan pekerjaan dengan baik karena ingin mempertahankan tunjangan-tunjangan yang diberikan. Menurutnya, ada sedikit ‘keterpaksaan’ dalam hal ini. Sedangkan orang yang berkarya ialah seseorang yang rela untuk menginvestasikan waktu, tenaga, bahkan uangnya sendiri, supaya hasilnya bisa memuaskan dirinya.

            Laki-laki yang pernah melakukan tur dunia ini menceritakan pengalamannya dalam memasarkan karya-karya miliknya dari buku, tur stand-up comedy, hingga album rap yang ia buat. Ada 8 poin penting yang bisa Kawan simak dalam buku ini terkait pandangan Pandji mengenai hidup dari karya.

            Memiliki tebal 254 halaman dan cetakan pertama terbit pada Juni 2015, buku Indipreneur juga memiliki contoh-contoh menarik bagaimana cara memasarkan karya di dunia digital saat ini. Pandji menekankan teknik pemasaran dengan jangkauan yang maksimal, sesuai dengan target pasar masing-masing jenis karyanya.  

            Selain itu, Pandji juga memberikan penjelasan mengenai kekhawatiran terkait pembajakan karya. Selama ini, pembajakan menjadi momok bagi pekarya terkait dengan hilangnya peluang mendapatkan pemasukan lewat karya mereka. Ia menjelaskan adanya perbedaan signifikan antara karya bajakan dan karya original, serta solusi bagaimana mengatasi permasalahan itu.
Dikemas dengan sampul warna biru dengan tulisan dominasi warna putih, buku ini diterbitkan oleh Penerbit Bentang.

“Belakangan ini, saya mulai menyadari bahwa kita adalah bangsa yang budaya berkaryanya diubah menjadi budaya bekerja.”
Pandji Pragiwaksono

Continue Reading

Jika selama ini Yesus cukup populer dikenal sebagai Tuhan, Guru, maupun penyelamat bagi umat Kristen, maka Dr. Pramudianto memberikan perspektif berbeda. Ia memberikan pandangan baru melalui bukunya, yang ia beri…

Penulis             : Remy SyladoPenerbit          : Kompas Gramedia, 2010Tebal Buku      : 559 halaman “Namaku Mata Hari.”Dia menunjukkan wajah riang, terkesima dan beramah-ramah dengan dialog encer, menyebabkan hatiku terhibur.“Itu nama baptismu…